Jumat, 30 Desember 2016

Atitute saat di Persimpangan Trafic Light

Pagi menjelang siang Brother, Dolor, Sodara dan Pemirsa...

Kali ini mimin akan membahas atitute (sikap) berada di persimpangan lampu merah (trafic light). Modern ini banyak sekali orang gila dijalanan, mulai dari yang tidak memakai safety gear, kendaraan tidak layak jalan, hingga berkendara dalam keadaan yang tidak sadarkan diri.
Yaa entahlah, terkadang kita sebagai bikers juga khilaf akan keadaan hihihihihi. Motor modif full bracket, pake safety gear, tapi terobos lampu merah (ada loh yang kayak gitu, banyak pula).

1. Trafic Light
Trafic light (bangjo) sering kita jumpai di persimpangan jalan perempatan maupun pertigaan. Memiliki 3 warna dasar, yakni Merah = Berhenti (leren`o), Kuning = Hati-Hati (Ojo Baper), Hijau = Jalan (Gas dor).
Ingat, trafic light bukan lampu race di sirkuit, jadi hormati pengguna jalan lainnya
Koyok Ngene Loh Bentuk`e
Banyak orang waras yang dipaksa menjadi gila gara-gara pengemudi dibelakangnya. Lampu sudah nyala kuning, tapi maksa buat jalan. Helloww 2016 sudah mau berakhir, masih aja gak disiplin . hhaaddeehh




2. Marka
Nyerobot Marka = Nyerobot Hak Orang lain
Marka terbuat dari cat warna putih yang biasa dipakai di jalan raya untuk menandai batas jalan sebelah kanan dan sebelah kiri.
Ada dua tipe jenis garis marka, garis putus-putus dan lurus menyambung.
Mimin kali ini akan membahas yang lurus menyambung yang ada di persimpangan trafic light. Marka yang berada di trafic light merupakan batas dari kendaraan saat berhenti di trafic light, tidak diperbolehkan melebihi batas marka tersebut. Sayangnya di Indonesia banyak orang yang tanpa sadar sudah menjadi perampok yang merampas hak orang lain, ex : berhenti di depan garis marka / Zebra cross, yang menyebabkan pejalan kaki kesusahan untuk menyeberang. Ketika di ingatkan malah galak yang pake kendaraan daripada yang jalan kaki. ckckck

Kesimpulan :
1. Tahun 2016 sudah akan berakhir masih aja gak disiplin??? Bebek aja bisa tertib, kenapa kamu enggak??
2. Hormati pemakai jalan lainnya, entah pejalan kaki, pemakai sepeda, pengguna motor, naik mobil. Semua sama - sama bayar pajak
3. Safety mulai dari diri sendiri, bukan orang lain.
4. Semoga di tahun 2017 ini, angka kecelakaan di jalan raya menurun.

"Happy New Year"

Minggu, 18 Desember 2016

Nobar Piala AFF di RSI Siti Hajar

Garuda di dadaku, garuda kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang...

Pasti kenal dong sama lagu ini?
Yups lagu penyemangat sepakbola Indonesia ini pada sabtu kemarin (17/12/2016) sempat dikumandangkan pada awal acara nonton bareng All Bikers Sidoarjo di RSI Siti Hajar Sidoarjo.


Bro Kuncoro HSSC dan Videotron yang digunakan untuk nobar


Seperti ulasan berita di m.beritajatim.com  dan sinarpos.co.id, Nobar ini resmi diadakan oleh manajemen dari RSI Siti Hajar sebagai salah satu bentuk hiburan yang ditujukan kepada para keluarga penunggu pasien di rumah sakit. Selain itu, juga untuk memberikan dukungan lebih terhadap para pemain timnas garuda dan mengenalkan RSI Siti Hajar kepada para bikers khususnya bikers Sidoarjo dan sekitarnya.


Pelataran Parkir Barat RSI Siti Hajar


Jam 7 malam, pelataran parkir barat RSI Siti Hajar dipenuhi sekitar 200-an orang yang terdiri dari para bikers, keluarga pasien, dan warga sekitar RS yang sudah sibuk menonton lewat Videotron berukuran 2x4 meter. Dari HSSC sendiri ada 40 motor yang turut hadir dan datang meramaikan acara nobar tersebut.


Foto bareng Panitia Nobar


Meskipun pada skor akhir Indonesia bisa dikalahkan oleh Thailand 2-0 (agregat 2-3), tetapi semangat dan harapan para penonton masih tinggi hingga peluit akhir berbunyi. Bisa dilihat dari yel-yel, teriakan, bahkan suara terompet dari penonton terutama dari Bikers HSSC yang ditujukan kepada para pemain timnas indonesia.


Nonton sambil ngemil


Melalui media sinarpos.co.id, direktur utama RSI Siti Hajar menjanjikan bahwa ini bukan nobar terakhir yang diadakan. Jadi jangan sungkan dan ragu, apabila ada pertandingan - pertandingan sepakbola seru lainnya, bisa dipastikan bahwa nobar akan terus berlanjut di pelataran parkir barat RSI Siti Hajar ini.


Tetap semangat mendukung timnas, walaupun tidak kebagian tempat duduk


Admin pribadi mewakili teman -teman Honda Streetfire Sidoarjo Community, mengucapkan terima kasih banyak kepada Direktur dan Panitia atas undangan nobar kali ini. Semoga hubungan baik antara bikers dan manajemen tetap berlanjut dan bahkan lebih baik lagi kedepannya.


Foto kiriman dari pihak RS


Oke sekian dan terima kasih atas waktunya. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata dan pastinya jangan bosen buat nongkrongin blog resmi HSSC.

Salam HSSC Solid!!!




Sekilas Tentang CBR250RR Dual Silinder

Hello brother and sister,

Artikel ini sebenernya sedikit sharing dan "curcol" mengenai perilisan resmi NEW CBR250RR di area Surabaya. Jadi mohon harap dimaklumi apabila kata-kata mimin bisa bikin kalian kepingin dengan motor Honda yang terbaru ini. hehe


Slogan CBR250RR, Total Control


Masbro dan Mbaksis sekalian sudah pada tahu belum kalau hari Sabtu 17 Desember 2016 kemarin di wilayah Surabaya ada acara peluncuran NEW CBR250RR, lebih tepatnya di Pakuwon City untuk Test Ride dan Surabaya Town Square (Sutos) untuk acara Launching.


Lokasi Test Ride di Grand Island, Pakuwon City


Motor pembaharuan dari CBR250R versi lawas (satu silinder), NEW CBR250RR (dual silinder) resmi dirilis oleh Honda sebagai penghadang motor Kawasaki Ninja 250 dan Yamaha R25 yang lebih dulu menggunakan mesin 250cc dual silinder.


Parkir memanjang para tamu undangan dan umum untuk test ride motor CBR250RR


Dengan berbekal rasa penasaran yang tinggi terhadap motor ini, mimin ditemani oleh Bro Angga HSSC, Bro Debby HSSC, dan Bro Radit HSX125 segera berangkat ke lokasi test ride di Grand Island, Pakuwon City. Ketika sampai di sana, ternyata di kanan kiri jalanan aspal sudah dipenuhi oleh para Komunitas Bikers CBR150R dan CBR250R yang sepertinya memang resmi diundang oleh MPM Honda mengikuti serangkaian kegiatan tersebut. Bisa dibayangkan seberapa panjang antrian untuk test ride yang dibuka mulai pagi hingga sore hari itu.


Tenda registrasi untuk peserta Test Ride


Setelah kurang lebih 1 jam antrian, akhirnya kami berkesempatan untuk merasakan tenaga mesin seperempat liter dengan mode Sport Plus. Oh iya, lupa mimin informasikan bahwa CBR250RR yang terbaru sudah dibekali dengan 3 mode ECU yang bisa di setting sesuai keinginan yaitu mode Normal, Sport, dan Sport Plus.


Narsis dulu dengan motornya


Impresi awal saat menunggangi CBR250R, posisinya pas banget buat mimin yang memiliki tinggi badan 170cm. Seperti di foto atas, kaki mimin bisa menapak hampir seluruhnya ke aspal. Dengan posisi riding agak menunduk ciri khas motorsport, dan tampilan dashboard speedometer yang mungil, modern, dan tapi lengkap.


Penampakan Dashboard CBR250RR


Pertama kali akan start engine, jujur sempet sedikit kebingungan mencari tombol electric starter. Setelah bersemedi selama beberapa menit, baru ketemu electric starter -nya yang ternyata di desain menjadi satu dengan tombol Stop Engine. Cara kerjanya, tekan ke bawah untuk menyalakan mesin dan tekan ke atas untuk mematikan mesin. Cukup satu kata, Canggih!!!


Tombol Electric Starter dan Stop Engine jadi satu.


Menengok handle bagian kiri, sudah disematkan fitur pass beam atau umumnya disebut lampu tembak jauh yang didesain dengan sedemikian rupa sehingga tetap terlihat rapi dan stylish tanpa mengganggu fungsi utamanya.


Tombol Lampu Jauh dan Dekat, sudah ditambahkan fungsi Pass beam


Selain itu, disediakan juga tombol bertuliskan Lap yang berfungsi seperti Stopwatch di handphone (silahkan cek sendiri di hp masing2 ya bro). Cocok nih buat para speedfreak yang ingin mengukur detail waktu terbaik saat digunakan untuk latihan atau bahkan race.


Menggunakan 2 silincer


Menggunakan teknologi throttle by wire mirip dengan motor yang dipakai Marc Marquez di moto GP, putaran gas tangan CBR250RR terasa ringan dan tidak membebani tangan walaupun dipluntir sampai penuh sekalipun. Suara yang dikeluarkan cenderung halus dan sedikit berbobot ala mesin dual silinder. Menurut mimin pribadi, cukup ganti dengan knalpot aftermarket saja, karakter suara mesin dual silinder di CBR250RR ini akan lebih gahar dan jelas terdengar.


Shock depan Up Side Down


Mimin sendiri ketika tes kecepatan hanya sampai perseneling 2 dan 3 dikarenakan masih menyesuaikan dengan karakter mesin seperempat liter ini. Maksimal kecepatan yang bisa mimin capai dengan perseneling gigi 2 bisa sampai 80km/jam, itupun persneling 2 masih belum maksimal. Jadi bisa dibayangkan mas bro untuk tenaga CBR250RR ini ganasnya seperti apa, bisa bikin jatuh hati pada kecepatan pandangan pertama nih hehe


Ada yang kepingin, jawil Bro Debby HSSC


Oke mas bro dan mbak sis, cukup sampai disini sedikit sesi curhat colongan mengenai CBR250RR. Yaa doakan saja semoga si mimin bisa boyong motor seperempat liter ini ke rumah, atau yang satu liter sekalian juga boleh hehehe

Thanks for reading and,
See you soon!

Salam HSSC Solid!



Galeri foto:









































Senin, 21 November 2016

"Mengintip" Motor CB500X Mario Iroth, Pasca Touring 4 Negara 25000 Km

Halo brada and sista,

Alhamdulillah, mimin sudah sampai rumah dengan selamat sentosa setelah acara Honda Bikers Day kemarin. Untuk bro dan sis semua yang masih OTW, tak doakan semoga selamat sampai rumah dengan hati yang riang gembira. Amin


Back to topic, pada postingan yang satu ini, kita akan mengulas motor yang dipakai oleh Mario Iroth dalam perjalanan touringnya melewati 7 negara. Yang kemarin dateng di acara HBD, pasti tau dong motor ikonik adventure honda yang diparkir di salah satu stan khusus untuk Bro Mario Iroth? Apalagi klo bukan cb500x alias cb500 tipe adventure.



Motor bermesin DOHC 500cc dengan 2 silinder segaris tersebut telah sukses melakukan tugasnya untuk menemani Bro Mario Iroth mengelilingi 2 Benua dan 4 negara dengan jarak tempuh 25000 km. Dengan ditemani oleh Lilis yang bertugas mengurusi Dokumentasi dan Administrasi, Mario Iroth Start dari New Zealand (Selandia Baru), berlanjut ke Australia, Timor Leste, dan finish Di lokasi Honda Bikers Day, Pantai Boom Banyuwangi.

Foto bareng Om Mario Iroth dan Mbak Lilis


Sesuai dengan namanya, motor cb500x adventure ini memang sudah dilengkapi dengan windscreen untuk melindungi rider dari terpaan angin langsung. Selain itu, beberapa part dan asesoris tambahan juga disematkan di motor ini menyesuaikan dengan kebutuhan sang rider untuk perjalanan touring yang dilakukan selama kurang lebih 6 bulan.


Ban Michelin Pilot Road 4 untuk bagian depan (120/70), dan kaliper Rem Nissin dobel piston


Ban belakang Michelin Pilot Road 4 (160/60) dan kaliper rem Nissin Single Piston


Untuk bagian kaki kaki, sepertinya tidak ada perubahan yang menonjol, dengan kaliper rem dan ukuran ban standar motor ini sudah nyaman dan aman untuk dipakai nge-gas sejauh kurang lebih 25000 km.


Cover radiator kustom bertuliskan Wheel Story


Silincer standar diganti dengan produk aftermarket


Untuk bagian mesin, dibiarkan standar tanpa ada perubahan apapun selain tambahan cover radiator kostum untuk melindungi kisi radiator dan penggantian knalpot standar dengan produk aftermarket bermerk SC Project.



Footpeg diganti dengan model gerigi


Penampakan Rantai dan Gear yang sepertinya masih standar bawaan motor.



Bagian pijakan kaki bawaan motor sudah diganti dengan model gerigi yang umum digunakan pada motor trail. Footpeg model gerigi pastinya akan memberikan "gigitan" yang lebih kuat ke sepatu rider agar tidak mudah terlepas saat digunakan melewati jalur offroad seperti salah satu story beliau saat melewati jalur The Outback Australia sejauh 900km (cek kisahnya di sini).


Bukti registrasi Honda Bikers Day menempel di Windshield



Dashboard motor


Pada bagian dashboard, terpasang alat pemandu GPS dengan merk Garmin beserta pegangan atau holder produk dari Touratech. Selain itu, terpasang juga alat pengisi daya berupa USB Charger di bagian stang yang umunya digunakan untuk men-cas barang elektronik seperti GPS atau Handphone.


Handguard Full Cover, produk Corioz Motoadventure



Stang ditinggikan dengan Raiser



Tankbag Respiro


Stang cb500x yang aslinya sudah tinggi, ditinggikan lagi dengan tambahan raiser dengan tinggi kisaran 3cm. Kanan kiri stang juga terpasang pelindung handguard produk Corioz motoadventure. Di atas tangki, disitu terpasang salah satu appearel dari Respiro berupa Tankbag. Kata Bro Mario tankbag tersebut berisi barang-barang yang rutin dipakai dan beberapa tools kit.

Geser ke bagian belakang:



Pannier Touratech



Tambahan jerigen untuk bensin


Respiro duffel bag di belakang jok


Pada box bagian belakang, Bro Mario menggunakan Box Pannier Touratech yang yang digunakan untuk menyimpan Tool kit dan Sparepart motor. Dibagian atas dan belakang masing-masing pannier difungsikan untuk mengikat wadah tenda, 2 jerigen bensin dan satu botol. Sedangkan di tas DuffelBag Respiro merupakan tempat untuk menyimpan baju ganti, perlengkapan kamera dll.


Bonus foto-foto:

Helm yang dipakai mario iroth


Helm yang dipakai Lilis, media partner Mario Iroth
















Itulah bonus foto-foto yang sekaligus sebagai penutup untuk artikel kali ini.

Ditunggu saran dan kritiknya dari para pembaca blog lewat kolom komentar di bawah.


"Thank you and see you in the next post"




Salam HSSC Solid!
Seduluran Saklawase!